KPK Jelaskan Berkas Setnov Sebelum Peroleh Praperadilan

KPK Jelaskan Berkas Setnov Sebelum Peroleh Praperadilan

KPK Jelaskan Berkas Setnov Sebelum Peroleh Praperadilan

PolitikBersuara –  Saut Situmorang Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) optimistis praperadilan yang diserahkan Setya Novanto akan dikatakan gugur oleh hakim. Saut menjelaskan bahwa berkas penyidikan Novanto akan dilemparkan ke pengadilan sebelum keputusan praperadilan. Sudah, sudah kami lihat semua. Kalau kami sudah selesaikan bukti, kan berarti tidak jalan kan sidangnya (praperadilan), sudah selesai,” ungkap Saut di Gedung KPK Jakarta, Jumat (1/12/2017).

Menurut Saut, aturan hukum terhadap Novanto akan segera naik ke tahap selanjutnya. Saut menjelaskan, pelimpahan berkas tersebut hanya tinggal menunggu waktu saja. Sesuai ketentuan, praperadilan yang diserahkan Setnov akan gugur jika materi penting perkara telah diserahkan ke pengadilan. Selain mendasarkan pada kepentingan waktu, lanjut Febri, penyidik juga lebih berhati-hari menyusun kepastian hukum dan bukti untuk mengantisipasi gagalnya dalam proses praperadilan yang pernah diajukan Setnov.

jelaspoker

Penyidik KPK sudah menetapkan bahwa bukti-bukti dan keterangan saksi cukup untuk bisa menghakimi Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Hanya tinggal saja kok. Saksi dan penuntut sudah cocok di situ,” Ungkap Saut.

Sebelumnya, Setya Novanto menyerahkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Pusat Jakarta Selatan. Namun, pada sidang pertama, Jumat (1/12/2017), pihak KPK tidak datang sehingga sidang diganti oleh hakim praperadilan.

Setnov kembali dijadikan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Setnov disangkakan melakukan korupsi bersama para pihak lainnya seperti Anang Sugiana Sudiharjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman, dan Sugiharto.

Setnov disangkutkan dengan Pasal 3 ayat 1 subsider Pasal 4 Undang-Undang Nomor 33 tahun 1998 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2002 tentang Hal Pemberantasan Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 56 ayat ke-1 KUHP. Saat ini KPK sudah resmi menangkap Setnov berkaitan dengan status tersangkanya dalam korupsi. Namun KPK menunda penahanan tersebut dengan alasan kesehatan usai tersangka mengalami kecelakaan mobil di kawasan Permata kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/11) malam.

Selain itu, pihak kuasa hukum maupun keluarga juga tidak mau menandatangani berita acara penangkapan. Hasilnya, Setnov yang dirawat di RS Cipto Mangunkusumo itu menjadi tahanan sementara di rumah sakit

BANDAR DOMINO ONLINE | BANDAR POKER ONLINE | BANDAR ADUQ ONLINE | AGEN CAPSA ONLINE | ADUQ ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *