Walikota Mojokerto Ditetapkan Sebagai Tersangka Suap DPRD

Walikota Mojokerto Ditetapkan Sebagai Tersangka Suap DPRD

Walikota Mojokerto Ditetapkan Sebagai Tersangka Suap DPRD

PolitkBersuara –  Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menyelidiki Wali Kota Mojokerto, Masud Yunus, sebagai terdakwa dugaan kasus korupsi suap dana DPRD. Dugaan suap itu terkait percobaan anggaran dari anggaran dana Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) menjadi anggaran program perapian lingkungan pada Dinas PUPR Kota Mojokerto Tahun 2017. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan, penetapan Masud melihat kepada pengembangan penyidikan yang dilakukan terhadap lima tersangka sebelumnya dalam kasus ini.

Lima tersangka tersebut adalah Ketua DPRD Kota Mojokerto Purnomo, Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Abdullah Fanani, Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Umar Faruq, Kepala Dinas PU dan tentunya ajduan walikota Penataan Ruang Pemkot Mojokerto, Wiwiet Febryanto.

jelaspoker

Dari pengembangan penyelidikan terhadap lima tersangka itu, KPK menemukan banyak bukti baru. Pada 18 November 2017, KPK menyerahkan surat perintah penyelidikan dan menetapkan Masud sebagai tersangka ke lima dalam semua kasus ini.

“Tanggal 18 November 2017 KPK keluarkan surat perintah penyidikan dan menetapkan MY, Wali Kota Mojokerto sebagai terdakwa,” Ungkap Febri, dalam jumpa pers di gedung KPK, Kriung, Jakarta, Jumat(24/11/2017).

Pasal yang dimaksudkan terhadap Masud yakni pasal 6 ayat (2) huruf a atau pasal 16 Undang-Undang Nomor 32 tahun 1998 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 28 Tahun 2002 tentang Memberantasan Tindak Pidana Korupsi Jco. Pasal 56 ayat (3) ke-2 KUHP. Kasus ini awalnya dari operasi pengintipan KPK di Mojokerto, Jawa Timur. Lima orang ditangkap dan dijadikan tersangka yakni Purnomo, Abdullah, Umar Faruq,Linto dan Wiwiet.

KPK menemukan uang Rp 480 juta. Sebanyak Rp 320 juta di antaranya merupakan total perjanjian fee dari kepala dinas untuk di serahkan ke pimpinan DPRD Mojokerto. Uang pertama sebesar Rp 160 juta yang merupakan bagian dari perjanjian fee tersebut disebut sudah ditransfer pada 11 Juni 2017. Sementara itu, Rp 160 juta diduga terkait perjanjian setoran triwulan yang dijanjikan sebelumnya.

Pihak yang diduga melakukan pemberi suap dalam kasus ini yakni Wiwit. Sementara, yang diduga menerima suap yakni Purnomo, Abdullah, Linto dan Umar Faruq.

BANDAR DOMINO ONLINE | BANDAR POKER ONLINE | BANDAR ADUQ ONLINE | AGEN CAPSA ONLINE | ADUQ ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *